BAB
II
PEMBAHASAN
I.
CENTRAL PROCESSING UNIT
A.
PENGERTIAN
CPU
Central processing unit (CPU) dari sebuah komputer adalah bagian
dari hardware yang melaksanakan instruksi dari program komputer. Ia melakukan
aritmatika, logis, dan operasi input / output dasar dari sebuah sistem
komputer. CPU adalah seperti otak dari komputer – setiap instruksi, tidak
peduli seberapa sederhana, harus melalui CPU. Jadi katakanlah Anda menekan
huruf ‘k’ pada keyboard Anda dan muncul di layar – CPU komputer Anda adalah apa
yang membuat ini mungkin. CPU kadang-kadang disebut sebagai unit pusat
prosesor, atau prosesor untuk singkatnya.
Jadi, ketika Anda melihat spesifikasi komputer di toko elektronik lokal Anda,
biasanya mengacu pada CPU sebagai prosesor.
Ketika kita mulai melihat berbagai komponen CPU dan bagaimana
mereka berfungsi, ingat bahwa itu adalah semua tentang kecepatan. Ketika kita
menggunakan komputer kita ingin perintah yang dilakukan sangat cepat. Ketika
perintah menjadi lebih rumit (misalnya, menciptakan animasi 3D atau mengedit
file video), kita menuntut lebih banyak dari CPU. Dengan demikian, kemajuan
teknologi yang telah kita lihat dalam teknologi prosesor sebagian besar telah
didorong oleh kebutuhan untuk kecepatan.
B.
STRUKTUR
CPU
Unit Pengolah Pusat (UPP) (bahasa Inggris: CPU, singkatan dari
Central Processing Unit), merujuk kepada perangkat keras komputer yang memahami
dan melaksanakan perintah dan data dari perangkat lunak. Istilah lain, prosesor
(pengolah data), sering digunakan untuk menyebut CPU. Adapun mikroprosesor
adalah CPU yang diproduksi dalam sirkuit terpadu, seringkali dalam sebuah paket
sirkuit terpadu-tunggal. Sejak pertengahan tahun 1970-an, mikroprosesor sirkuit
terpadu-tunggal ini telah umum digunakan dan menjadi aspek penting dalam
penerapan CPU. Komponen CPU terbagi menjadi beberapa macam, yaitu sebagai berikut.
o
Unit
kontrol yang mampu mengatur jalannya program. Komponen ini sudah pasti terdapat
dalam semua CPU.CPU bertugas mengontrol
komputer sehingga terjadi sinkronisasi kerja antar komponen dalam menjalankan
fungsi-fungsi operasinya. termasuk dalam tanggung jawab unit kontrol adalah
mengambil intruksi-intruksi dari memori utama dan menentukan jenis instruksi
tersebut. Bila ada instruksi untuk perhitungan aritmatika atau perbandingan
logika, maka unit kendali akan mengirim instruksi tersebut ke ALU. Hasil dari
pengolahan data dibawa oleh unit kendali ke memori utama lagi untuk disimpan,
dan pada saatnya akan disajikan ke alat output. Dengan demikian tugas dari unit
kendali ini adalah:
§ Mengatur dan mengendalikan alat-alat input dan output.
§ Mengambil instruksi-instruksi dari memori utama.
§ Mengambil data dari memori utama (jika diperlukan) untuk diproses.
§ Mengirim instruksi ke ALU bila ada perhitungan aritmatika atau perbandingan logika
serta mengawasi kerja dari ALU.
§ Menyimpan hasil proses ke memori utama.
C.
FUNGSI
CPU
Berfungsi seperti kalkulator, hanya saja CPU jauh lebih kuat daya
pemrosesannya. Fungsi utama dari CPU adalah
melakukan operasi aritmatika danlogika terhadap data yang diambil dari memori
atau dari informasi yang dimasukkan melalui beberapa perangkat keras, seperti
papan ketik, pemindai, tuas kontrol, maupun tetikus. CPU dikontrol menggunakan
sekumpulan percabangan instruksi.
Pemrosesan instruksi dalam CPU dibagi atas dua tahap, Tahap-I
disebut Instruction Fetch, sedangkan Tahap-II disebut Instruction Execute.
Tahap-I berisikan pemrosesan CPU dimana Control Unit mengambil data dan/atau
instruksi dari main-memory ke register, sedangkan Tahap-II berisikan pemrosesan
CPU dimana Control Unit menghantarkan data dan/atau instruksi dari register ke
main-memory untuk ditampung di RAM, setelah Instruction Fetch dilakukan. Waktu
pada tahap-I ditambah dengan waktu pada tahap-II disebut waktu siklus mesin
(machine cycles time).
Penghitung
program dalam CPU umumnya bergerak secara berurutan. Walaupun demikian,
beberapa instruksi dalam CPU, yang disebut dengan instruksi lompatan,
mengizinkan CPU mengakses instruksi yang terletak bukan pada urutannya. Hal ini
disebut juga percabangan instruksi (branching instruction). Cabang-cabang
instruksi tersebut dapat berupa cabang yang bersifat kondisional (memiliki
syarat tertentu) atau non-kondisional. Sebuah cabang yang bersifat non-kondisional
selalu berpindah ke sebuah instruksi baru yang berada di luar aliran instruksi,
sementara sebuah cabang yang bersifat kondisional akan menguji terlebih dahulu
hasil dari operasi sebelumnya untuk melihat apakah cabang instruksi tersebut
akan dieksekusi atau tidak. Data yang diuji untuk percabangan instruksi
disimpan pada lokasi yang disebut dengan flag.